History
Wira santana, merupakan anak luchu kelahiran Jakarta 5 desember 1989. wira yang berarti Pahlawan, dan Santana yang berarti Kesederhanaan. memiliki, 2 abang dan 1 teteh ini, memiliki Orang tua, 1 laki-laki daa 1 lagi perempuan (penting ngk seh). di masukan ke dalam Tk Masitoh yang terletak di Madiun, kemudian Inspeksi ke Ujung Pandang di karenakan ayah kami di serang sekutu, malum bokap TNI AU doi ngambil bekelnya hitler,hehehehe… Dimadiun langsung di sekolahkan di sekolahkan di Tk. Atirah sampai kelas 1 sd pertengahan. akan tetapi karena masih tinggal di daerah kawasan musuh, ayah kami lagi-lagi harus di pindahkan untuk menyamar jadi agen tukang combro di bogor. saya pun di sekolahkan di Sd Bina Insani. belon lama di situ, sekitar kelas 5, Samoel (anaknya Hitler) masuk sd yang sama dengan saya. karena terjadi penindasan layaknya Romusha, saya tidak trima dengan pelakuan dia. akhirnya saya membentuk Organisasi (tepatnya sekte) yang akan menghancurkan penindasan di muka bum.i di mulai dari sekolah aja dl, ngk usah jauh-jauh…. Di saat organisasi kami ingin menghancurkan penindasan ini. kami sempat ribut, karena bingung siapa yang menjadi Rangger merah. tapi masalah itu kami selesaikan pada “Rapat Meja Bundar” dari situ kami menemukan sebuah solusi. GAMBRENG merupakan solusi terahir. akhirnya dengan cara in telah terpilih Saya yang menjadi Rangger Merah..!! Bagooss.. hari penyeranganpun tiba. di saat itu Samsoel sedang menyuruh anak-anak menyerahkan bekal ke pada dirinya. tetapi kami yang tergabung dalam Kumpulan OLang Olang Rangger Yang di singkat KOLOR. melancarkan serangan pertama dengan melempar semua isi bekal ke arah mukanya.. tak lama perang makanan Ibu kepala sekolah datang bagaikan Mobil truk sampah, semua orang ngacir..!! sang Ibu berkata dengan Toa di tangan kanannya.. “siapa yang bertanggung jawab atas semua ini..??” semua anak memasang muka Imud menggemaskan tampa dosa” tetapi, bukti-bukti mengarah pada saya secara di antara bekel-bekel tadi terlesip sayur “pete”. akhirnya dengan sangat terpaksa, dengan di dasari keberanian dan rasa ke-wira-an… saya pun kabur ke bandung……………………………..
Di Bandung , merupakan tempat pengasingan saya. untuk kabur dr kejaran Ibu Kepsek. di tampung oleh saudara. dan di sekolahkan di Sd. Coblong. di bandung pun saya menemukan Cimot namaya “sarimin” biasa di panggil “Ayu” . tp sayang pertemuan hanya 1 tahun. harus balik lagi ke bogor. di karenakan Ayah kami gagal menjadi Agent, di karenakan patnernya tertembak karena menkonsumsi combro kadaluarsa. Selanjutnya untuk menghilangkan jejak, saya masuk sebuah Smp Negri. agar jejak tidak terlacak oleh sekutu. tepatnya di Smp. 19. tak lama berselang 1 tahun, jejak mulai tercium. di akibatkan saya jarang mandi, dan di haruskan mencari tempat yang aman. dan pada kenaikan kelas 2 smp. saya pindah ke sebuah Smp Boarding School klo nama gaulnya, pesantren nm aslinya. yaitu smp Insan Kamil. di dalam tempat itu. sangat ketat semua media yang tidak di Izinkan di larang masuk. saya pun merasa aman walaupun peraturan di sana layaknya militer. Karena di rasa sudah aman. pada saat kenaikan kelas ke Smu, saya menjadi anak luar tetapi masih dalam ruang lingkup Insan Kamil. sampai tiba saatnya luus smu, dan memulai kuliah di sebuah Universitas Swasta. Universitas Gunadarma, dan memilih jurusan Sistem Informasi….

“Wira santana, merupakan anak luchu kelahiran Jakarta 5 desember 1989.”
beneran neh??
haha gak perlu bilang lucu atuh,,
HOKEH!!
Cie mas. mas… blog baru ya……
history nya aneh amat….hehehehhe
becanda….
lo dah melangkah 1 langkah kedepan… keep do it…!!! good luck…
ngahahaha….
hinaan selalu datang pertama,,
klu yg terakhir ntu penyesalan,,,
(gg nyambung beUt y??)